Whisnu Sakti Gantikan Risma Memimpin Surabaya Selama 2 Pekan
Turknesia, Surabaya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Whisnu Sakti Buana menjadi Wali Kota Surabaya definitif, Kamis (11/2/2021). Dalam pelantikan yang digelar di Ruang Wilwatikta Gedung Utama Grahadi itu, Whisnu Sakti Buana didampingi Dini Syafaria Endah, istrinya.
Prosesi pelantikan itu juga turut disaksikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Sekertaris Daerah Jatim Heru Tjahjono, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan hingga Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono.
Prosesi pelantikan berlangsung secara khidmat dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, di mana setiap undangan wajib melewati screening tes swab antigen Covid-19.
Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah yang dibacakan Gubernur Khofifah, diikuti Whisnu Sakti Buana yang ditunjuk menggantikan Tri Rismaharini (Risma) tersebut.
Gubernur Khofifah mengatakan, amanah yang diemban Whisnu kali ini merupakan hal besar. Sebab masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Pemkot Surabaya dalam masa Pandemi Covid-19 ini usai pos Walikota Surabaya ditinggalkan pendahulunya Tri Rismaharini.
“Baru saja kita saksikan pengambilan sumpah jabatan sekaligus pelantikan Mas Whisnu menjadi wali kota (Surabaya), Selamat melaksanakan tugas. Di saat seperti sekarang de fakto sudah melakukan banyak hal, PPKM hingga PPKM mikro,” ungkapnya.
Diketahui masa jabatan Whisnu sebagai Wali Kota Surabaya akan berakhir pada 17 Februari 2021. (Efektif selama 2 pekan sejak pelantikan).
Sementara itu, Whisnu Sakti mengatakan, selama sepekan menjadi wali kota Surabaya ke depan, pihaknya berharap bisa menjadikan Kota Surabaya yang saat ini masih dalam zona oranye menjadi zona kuning Covid-19.
“Kita bersama forkopimda akan terus bergerak melakukan treasing sehingga kita berharap Surabaya ini bisa pulih kembali pada masa Pandemi Covid-19,” jelasnya.
Whisnu juga berencana akan melakukan refocusing terhadap perekonomian masyarakat di tingkat bawah, contohnya para pelaku UMKM. Refocusing itu dilakukan dengan membangkitkan kembali para pelaku UMKM pada masa PPKM mikro yang berlangsung pada 9-22 Februari 2021.
Mantan Ketua DPC PDI Surabaya itu berencana mengulirkan dana bagi pelaku UMKM, agar bisa tetap bergerak dan perekonomian berangsur-angsur pulih.
“Kita berencana membuka dapur-dapur umum di tingkat kampung-kampung tangguh itu dengan memberdayakan para pelaku UMKM yang ada di sana untuk membuat nasi bungkus untuk pemenuhan konsumsi para warganya. Sehingga ekonomi di sana bisa kembali bergairah,” terangnya.
Whisnu menambahkan, refocusing itu dilakukan dengan mengambil dana di tingkat kelurahan dan dana proyek PU yang dinilai belum strategis atau belum diperlukan pada masa pandemi ini.
“Saat ini kita masih inventarisir terus terhadap dana tersebut. Ya nantinya dana PU tersebut akan kita sisihkan antara Rp 300 hingga Rp 500 miliar. Tapi nanti kita perkirakan ada dari beberapa dinas, tapi masih kita lihat dulu,” paparnya.
Whisnu juga akan melakukan refocusing terhadap SDM masyarakat yang berada di Kota Pahlawan khususnya mengenai proses belajar mengajar yang telah berlangsung pada masa pandemi. Wishnu melihat perlunya dilakukan upaya perbaikan agar pembelajaran daring tersebut bisa memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan sistem pembelajaran saat ini.
“Kita ingin proses belajar ini bergairah kembali, sehingga meskipun proses belajar masih via daring, namun kita berharap proses belajar tersebut bisa mengungkit kualitas hasil bagi peserta didik,” pungkasnya.
(Sumber: Jatimnow.com)
Leave a Comment