Turknesia, Ankara
Pertumbuhan aset perbankan syariah di Turki akan berlipat ganda selama lima tahun ke depan dari sekitar 7,2 persen dari total aset perbankan pada Desember 2020, menurut perkiraan dari lembaga pemeringkat global Moody’s.
Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Senin (15/2), Moody’s mengatakan total aset bank syariah Turki meningkat 54 persen pada tahun lalu, melampaui total pertumbuhan aset sektor perbankan konvensional sekitar 36 persen.
Laporan tersebut mencatat meski sektor perbankan syariah Turki akan tumbuh dengan cepat, namun angka tersebut masih jauh lebih kecil daripada anggota Dewan Kerja sama Teluk, di mana rata-rata aset perbankan Islam sekitar 40 persen dari total aset sistem perbankan.
Menurut lembaga pemeringkat kredit itu, lingkungan regulasi dan pengawasan Turki yang berkembang adalah alasan di balik keuangan Islam di negara tersebut. “Peningkatan penekanan pemerintah pada keuangan Islam adalah kredit positif untuk sektor keuangan Islam negara itu, dan khususnya bank syariahnya,” kata Moody’s. Pada 8 Februari, Turki mengumumkan pembentukan departemen baru di dalam Direktorat Keuangan Kepresidenan Turki. Departemen di dalam Kantor Keuangan Kepresidenan akan berfokus pada peningkatan kesadaran tentang keuangan syariah dan mengembangkan strategi di lapangan, kata keputusan presiden yang diterbitkan dalam Lembaran Berita Resmi.
Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antar lembaga publik, swasta, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat agar keuangan syariah dapat ditingkatkan. Memperkenalkan instrumen keuangan baru di bidang keuangan syariah dan mengembangkan produk keuangan, Turki ingin memperkuat posisinya di pasar keuangan internasional. Tahun lalu, Turki menyelesaikan infrastruktur hukum pada bank syariah untuk membantu mereka memberikan layanan bagi pelanggan mereka sejalan dengan prinsip keuangan bebas bunga. Turki telah memosisikan dirinya sebagai pusat perbankan syariah dan keuangan Islam.
Sumber: Anadolu Agency
Leave a Comment